Adakan pertemuan rahasia, KPUD dan tim sukses Ahok Diduga Lakukan Kecurangan Dalam Pilkada DKI

Berita terbaru hari ini Publik tentu masih ingat pertemuan KPUD dan Bawaslu DKI Jakarta bersama Tim Sukses Ahok dan koalisi partai pendukungnya di sebuah hotel di Jakarta awal bulan lalu. Rapat tertutup itu membuat sejumlah kalangan curiga adanya upaya intervensi Cagub petahana terhadap penyelenggara pemilu. Apa yang di khawatirkan sejumlah kalangan tadi seolah terbukti indikasinya keputusan KPUD DKI Jakarta yang tidak mewajibkan warga calon pemilih dengan surat keterangan memilih untuk menyertakan identitas Kartu Keluarga (KK).

pilkada DKI

"yang penting membuat informasi bahwa yang bersangkutan itu betul pemilih tambahan fotonya juga ada kemudian tempat tanggal lahirnya juga ada"

Sikap KPUD yang terkesan melonggarkan pemilih di luar DPT cukup di sayangkan KPUD DKI Jakarta Seharusnya melihat evaluasi pilkada putaran pertama lalu. kabar terkini Calon pemilih di luar DPT maupun DPTB yang datang mencoblos di hari hal berpotensi membuat kisruh pelaksanaan di tingkat TPS.

"ada NIK dan juga KK kode kabupaten Kota kosong kosong ada KK berdomisili di luar DKI Jakarta ini tambah kepalsuannya" ucap Muhammad Taupik Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies Sandi.

"susah untuk menentukan memang di TPS karena petugas KPPSK dia tidak punya alat untuk mengecek" ujar Muhammad Jufri Bawaslu DKI Jakarta.

"Sipendipiti tambahan terbaru boleh di perbolehkan tapi harus ada harinya tidak boleh hari hal kalau anda tidak terdaftar di dalam DPT mustinya tidak boleh ikut pemilu" kata Chusnul Mar'iyah Pengamat Politik UI.

Berita terupdate hari ini Potensi kisruh data pemilih bisa saja di hindari jika KPUD DKI Jakarta bersikap profesional, pasalnya kemutakhiran data pemilih di putaran kedua seharusnya menjadi rujukan. Dengan mengacu pada penetapan DPT itu panitia hingga tingkat TPS tidak perlu menerima warga di luar DPT lagi termasuk pemilih dengan surat keterangan yang justru rawan di manipulasi.

Referensi Berita